Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak memang selalu jadi perhatian serius kita bersama. Sadar akan pentingnya ruang aman terkecil dari tingkat terbawah, Pemerintah Kabupaten Boalemo langsung bergerak cepat untuk memperkuat sistem perlindungan di lingkungan desa.
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo, pemda kini tengah mematangkan langkah strategis untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Desa Peduli Kekerasan Perempuan dan Anak.
Langkah konkret yang digodok pada pertengahan Mei 2026 ini diharapkan menjadi benteng utama dalam menekan angka kekerasan sekaligus memberikan penanganan cepat di tingkat desa.
Kenapa Harus Sampai ke Tingkat Desa?
Selama ini aparat desa kerap kali menjadi pihak pertama yang ditemui warga saat terjadi masalah. Namun, belum semua lini di tingkat desa memiliki bekal pemahaman manajemen penanganan kasus hukum ataupun psikologis yang memadai untuk menangani kekerasan berbasis gender maupun anak.
Oleh karena itu, DPPKBP3A Boalemo merasa perlu membentuk Satgas khusus ini. Dengan adanya tim penanganan terpadu di tiap-tiap desa, setiap laporan kekerasan baik berupa kekerasan fisik, mental, hingga kekerasan seksual bisa langsung direspons, didampingi, dan dikoordinasikan secara cepat dengan pihak kabupaten tanpa harus menunggu korban merasa ketakutan atau bingung melapor ke mana.
Komitmen Bersama untuk Ruang Aman
Pembentukan Satgas ini juga menjadi kelanjutan dari berbagai program penguatan sebelumnya, seperti pelatihan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta pengkaderan relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang telah gencar dilakukan Pemda Boalemo.
Lewat Satgas Desa Peduli Kekerasan ini, tugas utama para relawan dan aparatur di lapangan akan berfokus pada tiga hal esensial:
- Edukasi & Pencegahan: Membangun kesadaran masyarakat agar menghapus norma sosial yang membiarkan kekerasan tersembunyi.
- Penerimaan Laporan yang Responsif: Menjadi tempat aduan yang aman dan rahasia bagi para korban yang selama ini takut bersuara.
- Manajemen Kasus Terpadu: Membantu proses pendampingan awal hingga berkoordinasi dengan dinas terkait dan aparat penegak hukum demi keselamatan korban.
Gotong Royong Demi Masa Depan Daerah
Keamanan perempuan dan perlindungan masa depan anak-anak di Boalemo sejatinya bukan sekadar tugas dinas teknis saja, melainkan tanggung jawab kolektif. Mulai dari kepala desa, camat, hingga tokoh masyarakat diharapkan bisa satu suara untuk menyukseskan program ini.
Dengan matangnya persiapan pembentukan Satgas ini, diharapkan lingkungan desa di Kabupaten Boalemo benar-benar bertransformasi menjadi tempat yang ramah, nyaman, dan bebas dari rasa takut bagi seluruh kaum perempuan dan anak-anak.
