![]() |
| Bupati Gorontalo Sofyan Puhi memimpin pelepasan tukik di Pantai Dulanga Kecamatan Batudaa Pantai. |
Komitmen perlindungan lingkungan itu dikukuhkan lewat pelepasan puluhan tukik ke lepas pantai, Sabtu (3/10/2026) sore.
Bagi warga pesisir, kembalinya penyu bukan sekadar fenomena alam. Ini indikator lingkungan mereka mulai sehat sekaligus menjadi peluang baru bagi ekonomi maritim di 24 desa yang tersebar di Batudaa Pantai, Biluhu, dan Bilato.
Aksi pelepasan tukik dipimpin Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus dan Komandan Lanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi. Kegiatan melibatkan Pramuka Saka Bahari, Pokdarwis, jajaran DPRD, serta asosiasi nelayan lokal.
Sofyan menyebut kembalinya penyu sebagai indikator nyata lingkungan yang mulai pulih.
"Dulu penyu pergi karena kita tidak ramah pada alam. Begitu mereka kembali bertelur di Pantai Dulanga, ini indikator nyata bahwa lingkungan kita mulai pulih dan layak dihuni biota laut yang dilindungi," ujar Bupati Sofyan.
Ia menegaskan laut hanya butuh satu hal yakni 'dijaga!'
"Beda dengan pertanian yang harus ditanam dan dipupuk, laut hanya butuh satu hal, jangan dirusak. Laut adalah aset abadi yang tidak akan pernah habis kalau kita jaga bersama," tegasnya.
Danlanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi menyoroti potensi ekonomi maritim daerah. Menurutnya, posisi Gorontalo strategis sebagai gerbang perdagangan menuju kawasan utara.
"Masa depan Gorontalo ada di laut. Seiring kebijakan hilirisasi dari pemerintah pusat, kran ekspor langsung komoditas laut dari Gorontalo harus segera kita buka agar jalur logistik tidak lagi bergantung pada rute memutar ke Jakarta," ujar Andi.
Sinergi Pemkab Gorontalo, TNI AL, dan masyarakat pesisir Desa Bongo disebut mempertegas langkah nyata daerah dalam merawat lingkungan hidup.
